🌀 Praktikum Sistem Pegas
1. Area Simulasi Interaktif
Amati getaran selaras pada sistem pegas yang divisualisasikan seperti laboratorium fisika sesungguhnya. Klik dan tarik beban untuk meregangkan pegas, lalu lepas untuk memulai getaran.
🔧 Konfigurasi Pegas
2. Tabel Data Pengamatan
| No | Konfigurasi | m (kg) | X₀ (m) | X₁ (m) | Δx = X₁−X₀ (m) | T₁₀ (s) | T = T₁₀/10 (s) | T² (s²) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Belum ada data. Lakukan pengukuran untuk menambahkan data. | ||||||||
3. Analisis Data & Perhitungan
📊 Grafik T² vs Massa (m)
Gradien grafik = 4π²/k → digunakan untuk menentukan konstanta pegas (k)
📊 Grafik Δx vs Massa (m)
Gradien grafik = g/k → digunakan untuk menentukan percepatan gravitasi (g)
🧮 Hasil Perhitungan
Lakukan minimal 2 pengukuran pada satu konfigurasi untuk melihat hasil perhitungan.
4. Petunjuk Penggunaan
- Pilih konfigurasi pegas: Klik salah satu tombol (Pegas 1, Pegas 2, Seri, atau Paralel).
- Atur massa beban: Geser slider massa (50–500 g). Amati pertambahan panjang statis pegas.
- Tarik beban: Klik dan tahan pada beban (silinder logam), lalu tarik ke bawah. Amati pegas meregang.
- Lepas beban: Lepas mouse/sentuh untuk memulai getaran selaras. Stopwatch otomatis mencatat 10 getaran.
- Catat data: Setelah 10 getaran selesai, klik "📝 Catat Data" untuk menyimpan ke tabel.
- Ulangi: Ganti massa beban dan ulangi minimal 4 kali untuk konfigurasi yang sama.
- Ganti konfigurasi: Ulangi prosedur untuk konfigurasi pegas lainnya.
- Analisis: Lihat grafik T² vs m dan Δx vs m untuk menentukan nilai k dan g.
Rumus Penting:
• Hukum Hooke: F = k·Δx → mg = k·Δx (saat setimbang)
• Periode getaran: T = 2π√(m/k) → T² = (4π²/k)·m
• Susunan Seri: 1/k_seri = 1/k₁ + 1/k₂
• Susunan Paralel: k_paralel = k₁ + k₂
5. Teori / Dasar Hukum
Pengenalan: Getaran Selaras dan Pegas
Pegas adalah benda elastis yang akan kembali ke bentuk semula setelah gaya luar yang bekerja padanya dihilangkan. Robert Hooke (1635–1703), seorang fisikawan Inggris, merumuskan hukum elastisitas yang dikenal sebagai Hukum Hooke: gaya pemulih pegas berbanding lurus dengan pertambahan panjangnya, selama masih dalam batas elastis. Ketika sebuah beban digantung pada pegas vertikal, sistem akan berosilasi dengan getaran selaras sederhana jika disimpangkan dari posisi setimbangnya.
Dasar Teori
Pada keadaan setimbang, gaya pegas mengimbangi gaya berat beban:
k·Δx = m·g → Δx = m·g/k
dengan k = konstanta pegas (N/m), Δx = pertambahan panjang (m), m = massa beban (kg), dan g = percepatan gravitasi (m/s²).
Ketika beban disimpangkan sedikit dan dilepaskan, sistem berosilasi dengan periode:
T = 2π√(m/k) → T² = (4π²/k)·m
Persamaan ini menunjukkan bahwa T² berbanding lurus dengan m. Grafik T² terhadap m akan berupa garis lurus dengan gradien 4π²/k, sehingga konstanta pegas dapat ditentukan dari:
k = 4π² / gradien
Susunan Pegas
Konstanta pegas ekuivalen bergantung pada cara penyusunan:
- Susunan Seri: 1/k_total = 1/k₁ + 1/k₂ + ... → pegas menjadi "lebih lunak"
- Susunan Paralel: k_total = k₁ + k₂ + ... → pegas menjadi "lebih kaku"
Menentukan Percepatan Gravitasi
Dari hubungan Δx = mg/k, diperoleh gradien grafik Δx terhadap m adalah g/k. Jika nilai k sudah diketahui dari grafik T² vs m, maka:
g = gradien(Δx vs m) × k
Tujuan Praktikum
- Menjelaskan getaran selaras dengan menggunakan sistem pegas.
- Menentukan konstanta pegas dalam susunan tunggal, seri, dan paralel.
- Menentukan percepatan gravitasi bumi dengan menggunakan sistem pegas.
6. Sesi Kuis Interaktif (20 Soal)
Soal 1 / 20 - Skor: 0
🔑 Daftar Praktikum:
- Bidang Miring Galileo
- Deret Balmer
- Difraksi
- Efek Doppler
- Function Generator
- Gerak Jatuh Bebas
- Induksi Magnet
- Interferensi
- Interferometer Michelson
- Kalor Jenis
- Koefisien Muai Panjang
- Konstanta Joule
- Kundt Tube
- Milikan
- Modulus Elastisitas
- Momen Inersia
- Radiasi Alfa
- Radiasi Gamma
- Refleksi
- Sistem Pegas
- Tetapan Planck
- Tumbukan
- Viskositas Zat Cair
