🔊 Praktikum Interferensi Gelombang Bunyi
1. Area Simulasi Interaktif
Amati pola interferensi gelombang bunyi dari dua celah. Loudspeaker memancarkan bunyi ke kisi celah ganda, lalu Universal Microphone mendeteksi pola maxima (terang/intensitas tinggi) dan minima (gelap/intensitas rendah). Geser posisi mikrofon untuk memetakan pola interferensi.
Klik ⏻ POWER pada FG-2100 untuk menyalakan loudspeaker. Geser mikrofon untuk mengamati pola interferensi.
2. Tabel Data Pengamatan
| No | Frekuensi (Hz) | λ (m) | L (m) | d (m) | x (m) | Amplitudo (V) | Kondisi |
|---|
3. Petunjuk Penggunaan
- Klik tombol ⏻ POWER pada FG-2100 (LED merah menyala).
- Atur frekuensi menggunakan knob FREQUENCY (drag melingkar). Rentang: 2000-10000 Hz.
- Atur jarak celah ke mikrofon (L) dan jarak antar celah (d) menggunakan slider di atas canvas.
- Geser mikrofon ke kiri/kanan dengan slider posisi x, atau klik-drag langsung pada ikon mikrofon di salah satu canvas.
- Amati amplitudo gelombang CH2 pada Oscilloscope (Canvas 1). Amplitudo maksimum = maxima, minimum = minima.
- Perhatikan Canvas 2 (Detail) untuk melihat visualisasi gelombang bunyi secara lebih jelas — warna berubah sesuai kondisi interferensi.
- Klik 📝 Catat Data untuk menyimpan hasil pengukuran ke tabel.
- Ulangi untuk berbagai posisi x guna memetakan pola interferensi lengkap.
Rumus Interferensi Celah Ganda:
Maxima (terang): d·sin(α) = n·λ (n = 0, 1, 2, ...)
Minima (gelap): d·sin(α) = (n+½)·λ (n = 0, 1, 2, ...)
dengan λ = v/f, v = 340 m/s (cepat rambat bunyi di udara)
4. Teori / Dasar Hukum
Pengenalan
Interferensi gelombang bunyi merupakan fenomena superposisi dua atau lebih gelombang yang bertemu di suatu titik. Ketika dua gelombang bunyi dari sumber koheren (sefase) bertemu, mereka dapat saling menguatkan (interferensi konstruktif) atau saling melemahkan (interferensi destruktif) tergantung pada beda lintasan yang ditempuh. Fenomena ini pertama kali didemonstrasikan secara meyakinkan oleh Thomas Young melalui eksperimen celah ganda pada cahaya, dan prinsip yang sama berlaku untuk gelombang bunyi.
Dasar Teori
Dalam praktikum ini, gelombang bunyi dari loudspeaker dilewatkan melalui kisi celah ganda dengan jarak antar celah d. Kedua celah bertindak sebagai sumber gelombang sekunder yang koheren (sefase) berdasarkan Prinsip Huygens. Pada jarak L dari celah, gelombang dari kedua celah bertemu dan berinterferensi.
Beda lintasan antara gelombang dari celah 1 dan celah 2 ke titik pengamatan pada posisi lateral x adalah:
Δr = |r₁ - r₂| ≈ d·sin(α) ≈ d·x/L (untuk sudut kecil)
Syarat terjadinya maxima (pola terang, amplitudo maksimum):
d·sin(α) = n·λ → xmax = n·λ·L/d (n = 0, ±1, ±2, ...)
Syarat terjadinya minima (pola gelap, amplitudo minimum):
d·sin(α) = (n+½)·λ → xmin = (n+½)·λ·L/d (n = 0, ±1, ±2, ...)
dengan λ = v/f adalah panjang gelombang bunyi, v = 340 m/s adalah cepat rambat bunyi di udara, dan f adalah frekuensi gelombang bunyi.
Tujuan Praktikum
- Membuktikan adanya sifat interferensi pada gelombang bunyi melalui pengamatan pola maxima dan minima.
- Menentukan posisi maxima dan minima sebagai fungsi dari frekuensi, jarak celah, dan jarak layar.
- Mengukur panjang gelombang bunyi secara eksperimen dan membandingkan dengan nilai teori λ = v/f.
5. Sesi Kuis Interaktif (20 Soal)
🔑 Daftar Praktikum:
- Bidang Miring Galileo
- Deret Balmer
- Difraksi
- Difraksi Cahaya
- Efek Doppler
- Function Generator
- Gerak Jatuh Bebas
- Gerak Parabola
- Hukum Kirchoff
- Hukum Ohm
- Indeks Bias Larutan
- Indeks Bias Prisma
- Induksi Magnet
- Interferensi
- Interferometer Michelson
- Jembatan Wheatstone
- Kalor Jenis
- Koefisien Muai Panjang
- Konstanta Joule
- Kundt Tube
- Lensa Tipis
- Medan Magnet
- Milikan
- Modulus Elastisitas
- Momen Inersia
- Radiasi Alfa
- Radiasi Gamma
- Refleksi
- Resonansi Bunyi
- Resonansi LRC
- Sistem Pegas
- Tetapan Planck
- Tumbukan
- Viskositas Zat Cair
