🔊 Praktikum Kundt Tube
1. Area Simulasi Interaktif 🔬 LAB NYATA
🔬 Mode Lab Nyata: Geser mikrofon sambil amati osiloskop CH2 untuk menemukan simpul & perut.
⚙️ Kontrol Simulasi
2. Tabel Data Pengamatan
Cepat rambat bunyi teoritis: v = 331.3 + 0.606·T m/s. Jarak antar 2 simpul berurutan = λ/2.
| No | f (Hz) | T (°C) | x₁ (cm) | x₂ (cm) | Δx (cm) | λ (cm) | v ukur (m/s) | v teori (m/s) | Error (%) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Belum ada data. Lakukan pengukuran dan klik "Catat Data". | |||||||||
3. Petunjuk Penggunaan
- Pilih Mode Visualisasi: Gunakan dropdown di panel kontrol. Disarankan mulai dari "🔬 Laboratorium Nyata" untuk pengalaman praktikum yang autentik.
- Nyalakan FG-2100: Klik tombol ⏻ POWER pada panel Function Generator di canvas ATAU tombol "⏻ Nyalakan FG-2100" di panel kontrol. LED merah akan menyala.
- Atur Frekuensi: Gunakan slider "Frekuensi" (1000–8000 Hz) atau putar knob FREQUENCY pada FG-2100 di canvas — keduanya tersinkronisasi otomatis.
- Atur Suhu Udara: Gunakan slider "Suhu Udara" untuk mensimulasikan kondisi ruangan (15–35 °C). Nilai ini mempengaruhi cepat rambat bunyi teoritis.
- Geser Mikrofon: Gunakan slider "Posisi Mic" atau klik langsung pada tabung Kundt di canvas untuk memindahkan mikrofon. Amati perubahan amplitudo CH2 (cyan) pada osiloskop.
- Cari Simpul (Node): Geser mikrofon perlahan hingga amplitudo CH2 minimum (mendekati nol).
- Cari Perut (Antinode): Geser mikrofon hingga amplitudo CH2 maksimum.
- Ukur Panjang Gelombang: Catat posisi dua simpul berurutan (x₁ dan x₂). Hitung Δx = |x₂ − x₁|, lalu λ = 2 × Δx.
- Hitung Cepat Rambat: Gunakan rumus v = λ × f. Bandingkan dengan nilai teoritis v = 331.3 + 0.606·T.
- Catat Data: Klik tombol "📝 Catat Data" untuk menyimpan hasil pengukuran ke tabel.
Rumus Utama:
v = λ · f | v = 331.3 + 0.606·T (m/s) | λ = 2 · Δx | Δx = |x₂ − x₁|
4. Teori / Dasar Hukum
Pengenalan: Tabung Kundt
Tabung Kundt adalah alat eksperimen klasik yang ditemukan oleh fisikawan Jerman August Kundt pada tahun 1866. Alat ini berbentuk silinder kaca transparan dengan panjang sekitar 1 meter, yang salah satu ujungnya ditutup oleh loudspeaker (sumber bunyi) dan ujung lainnya oleh piston yang dapat digeser. Tabung ini digunakan untuk mengukur panjang gelombang bunyi di udara melalui fenomena gelombang berdiri (standing wave).
Dasar Teori: Gelombang Berdiri
Ketika loudspeaker memancarkan gelombang bunyi dengan frekuensi tertentu ke dalam tabung, gelombang tersebut akan merambat menuju piston dan dipantulkan kembali. Interferensi antara gelombang datang dan gelombang pantul yang memiliki frekuensi sama akan menghasilkan gelombang berdiri dengan posisi simpul (node) dan perut (antinode) yang tetap.
Tabung Kundt termasuk dalam kategori pipa organa tertutup kedua ujungnya. Pada kondisi ini, kedua ujung tabung merupakan simpul perpindahan (displacement node). Envelope amplitudo gelombang berdiri dinyatakan oleh:
A(x) = Amax · |sin(nπ · x / L)|
dengan n = 1, 2, 3, ... (harmonik), L = panjang tabung, x = posisi sepanjang tabung.
Jarak antara dua simpul berurutan (atau dua perut berurutan) selalu sama dengan setengah panjang gelombang (λ/2). Dengan mengukur jarak ini dan mengetahui frekuensi sumber, kita dapat menghitung panjang gelombang dan cepat rambat bunyi di udara.
Cepat Rambat Bunyi di Udara
Cepat rambat bunyi di udara bergantung pada suhu. Hubungan empirisnya dinyatakan oleh:
v = 331.3 + 0.606 · T (m/s), dengan T dalam °C.
Pada suhu ruang 25 °C, nilai teoritis cepat rambat bunyi adalah v = 331.3 + 0.606 × 25 = 346.45 m/s. Nilai ini dapat dibandingkan dengan hasil pengukuran eksperimen untuk menghitung persentase error.
Tujuan Praktikum
- Mengamati fenomena gelombang berdiri bunyi di dalam Tabung Kundt.
- Menentukan panjang gelombang bunyi (λ) dari jarak antar simpul yang terukur.
- Menghitung cepat rambat bunyi di udara (v = λ·f) dan membandingkan dengan nilai teoritis.
5. Sesi Kuis Interaktif (20 Soal)
🔑 Daftar Praktikum:
- Bidang Miring Galileo
- Deret Balmer
- Difraksi
- Difraksi Cahaya
- Efek Doppler
- Function Generator
- Gerak Jatuh Bebas
- Gerak Parabola
- Hukum Kirchoff
- Hukum Ohm
- Indeks Bias Larutan
- Indeks Bias Prisma
- Induksi Magnet
- Interferensi
- Interferometer Michelson
- Jembatan Wheatstone
- Kalor Jenis
- Koefisien Muai Panjang
- Konstanta Joule
- Kundt Tube
- Lensa Tipis
- Medan Magnet
- Milikan
- Modulus Elastisitas
- Momen Inersia
- Radiasi Alfa
- Radiasi Gamma
- Refleksi
- Resonansi Bunyi
- Resonansi LRC
- Sistem Pegas
- Tetapan Planck
- Tumbukan
- Viskositas Zat Cair
