🔬 Praktikum Indeks Bias Prisma
1. Area Simulasi Interaktif
Simulasi meja optik (optical bench) dengan peralatan laboratorium sesungguhnya: lampu 6V/30W, celah sempit, kondenser asferis, lensa f=150mm, filter monokromatik, prisma kaca flinta pada goniometer, dan layar proyeksi.
🎛️ Panel Kontrol
- Pilih filter warna (Merah / Hijau / Violet)
- Klik "🎯 Cari Deviasi Minimum" atau geser slider secara manual
- Klik "📍 Tandai Titik A" (saat tanpa filter) untuk menandai referensi
- Klik "📏 Catat Pengukuran" untuk menyimpan data ke tabel
- Ulangi untuk setiap warna cahaya
2. Tabel Data Pengamatan
| No | Warna | λ (nm) | δ_min (°) | n (ukur) | n (teori) | Error (%) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Belum ada data. | ||||||
3. Grafik Dispersi Cahaya
Grafik hubungan panjang gelombang (λ) vs indeks bias (n) — Kurva Cauchy
4. Petunjuk Penggunaan
- Pilih Filter: Klik tombol filter warna untuk mengubah panjang gelombang cahaya monokromatik.
- Tandai Referensi: Tanpa filter, klik "📍 Tandai Titik A" untuk menandai posisi cahaya lurus di layar.
- Cari Deviasi Minimum: Klik "🎯 Cari Deviasi Minimum" atau geser slider sudut rotasi prisma secara perlahan.
- Amati: Perhatikan titik cahaya di layar yang bergeser dari titik A. Jarak pergeseran = a, jarak prisma ke layar = b.
- Catat: Klik "📏 Catat Pengukuran" saat deviasi minimum tercapai.
- Ulangi: Ganti filter warna dan ulangi langkah 3–5.
Rumus:
• Indeks bias: n = sin((A + δ_min)/2) / sin(A/2)
• Sudut puncak prisma A = 60°
• Persamaan Cauchy: n(λ) = A₀ + B/λ²
5. Teori / Dasar Hukum
Dispersi Cahaya pada Prisma
Ketika cahaya polikromatik (cahaya putih) melewati prisma, cahaya terurai menjadi komponen warna penyusunnya. Peristiwa ini disebut dispersi. Dispersi terjadi karena indeks bias bahan prisma berbeda untuk setiap panjang gelombang — fenomena yang dijelaskan oleh persamaan Cauchy: n(λ) = A₀ + B/λ². Cahaya violet (λ pendek) dibelokkan lebih kuat daripada cahaya merah (λ panjang).
Hukum Snellius dan Pembiasan
Pembiasan pada setiap permukaan prisma mengikuti Hukum Snellius: n₁ sin θ₁ = n₂ sin θ₂. Pada permukaan pertama, cahaya masuk dari udara (n≈1) ke kaca (n>1), sehingga dibelokkan mendekati garis normal. Pada permukaan kedua, cahaya keluar dari kaca ke udara, dibelokkan menjauhi garis normal.
Deviasi Minimum
Cahaya yang melewati prisma mengalami penyimpangan (deviasi) sebesar δ. Nilai δ bergantung pada sudut datang. Deviasi minimum (δ_min) terjadi saat lintasan cahaya di dalam prisma simetris (sudut datang = sudut keluar). Pada kondisi ini, indeks bias dapat dihitung secara akurat menggunakan rumus:
n = sin((A + δ_min)/2) / sin(A/2)
Tujuan Praktikum
- Menentukan indeks bias prisma kaca flinta untuk cahaya merah, hijau, dan violet.
- Menjelaskan ketergantungan indeks bias pada panjang gelombang (dispersi).
- Memverifikasi rumus deviasi minimum prisma.
6. Sesi Kuis Interaktif (20 Soal)
🔑 Daftar Praktikum:
- Bidang Miring Galileo
- Deret Balmer
- Difraksi
- Difraksi Cahaya
- Efek Doppler
- Function Generator
- Gerak Jatuh Bebas
- Gerak Parabola
- Hukum Kirchoff
- Hukum Ohm
- Indeks Bias Larutan
- Indeks Bias Prisma
- Induksi Magnet
- Interferensi
- Interferometer Michelson
- Jembatan Wheatstone
- Kalor Jenis
- Koefisien Muai Panjang
- Konstanta Joule
- Kundt Tube
- Lensa Tipis
- Medan Magnet
- Milikan
- Modulus Elastisitas
- Momen Inersia
- Radiasi Alfa
- Radiasi Gamma
- Refleksi
- Resonansi Bunyi
- Resonansi LRC
- Sistem Pegas
- Tetapan Planck
- Tumbukan
- Viskositas Zat Cair
